Minggu, 15 Mei 2016

MOJOFEST 2016 - SURABAYA

     Minggu, 15 Mei 2016 di Kel. Mojo, Kec. Gubeng, Kota Surabaya dilaksanakan Kerja Bhakti dan Karya Bhakti di Saluran Sungai antara Kedung Tarukan dan Kalidami. Acara dihadiri oleh Bapak Wisnu Sakti Buana (Wawali Kota Surabaya). Acara ini diprakarsai oleh Kodim 0831 Surabaya Timur. Titik Kegiatan ada di Jembatan Kalidami / Saluran Kalidami - Kedung Tarukan sisi Selatan (Jojoran - Kalidami). Kegiatan memlihara Kebersihan Lingkungan ini berdasarkan Surat Lurah Mojo, Maria Agustin Y, S.STP, MSI - Penata Tk.I - 19810809 199912 2 001, tanggal 10 Mei 2016 No. 600/III/436.10.29/2016 yang ditujukan kepada Warga Masyarakat Se Kelurahan Mojo - Surabaya. Sudah pasti warga yang mendapat edaran ini mulai pukul 05.30 sudah mulai berkumpul di Titik Kegiatan. Kegiatan ini juga didukung oleh Dinas PU Bina Marga dan Pematusan. Hadir pula Anggota Raider Koramil Genteng, Bagian Pemerintahan dan Otonomi Daerah Pemkot Surabaya, Camat Gubeng, Ketua RW 003, 008, 009, 010, 011, 012 Kel. Mojo. Ketua LKMK bapak Khusnul yang mengundang Bapak Wisnu sangat gembira karena hanya Via telepon dua hari sebelumnya orang Nomor 2 di Pemkot Surabaya bersedia hadir. 
Kegiatan ini juga dalam rangka menyongsong HUT Surabaya ke- 723 yang salah satu agendanya yaitu Mojofest 2016 tema Kali Bersih Untukmu dengan acara :
1. Lomba Lampion, 23-29 Mei 2016
2. Lomba Dayung dan Lomba Tangkap Bebek, 29 Mei 2016
  





























































Senin, 09 Mei 2016

PESONA KEDIRI - BLITAR

     Sabtu, 7 Mei 2016 driver Iqbal, mengantar Musdi-Rumiatun (Grand Father and Mother), Nanik-Kino, Agus (Bulik dan Paklik), Zahira, dan Rudy meluncur ke Gumuk Liman yaitu Pintu Gerbang Pro Liman di Kota Kediri yang menghubungkan tempat wisata Gunung Kelud, Blitar, dan Kediri Kota. Masuk gerbang ini lewat lorong bawah tanah dengan 4 lorong yang menunjukkan 4 arah mata angin. Masih belum banyak ornamen lukisan apalagi gambar Diorama atau tiga dimensi yang ditampilkan. Di dinding Pintu gerbang ada beberapa relief  yang menggambarkan Kediri Tempo Dulu. Hanya saja harus dilihat dari Jarak Jauh. Jika ingin menikmati ke 4 sudut pengunjur harus memutar cukup jauh dan nyaman walau pengunjung cukup banyak. Kegiatan Foto bersama dan selfie menjadi agenda setiap pengunjung. Sebelumnya di Lorong ada beberapa lukisan.Foto dokumen tentang Kediri. Menjelang sore dan malam menuju ke rumah Priyo di Bulur-Ngreco-Kandat terus lanjut ke Mbedug. Malam hari menuju Manukan daerah Bendungan masuk wilayah Pesantren dekat PG yang keberadaannya di sebelah Barat Sungai Brantas. Minggu pagi ( 8 Mei 2016 ) menuju arah Blitar lewat Sambi ke Makam Bung Karno. Keadaan Makam selalu ramai dan dipadati peziarah yang berdoa di dekat pusara makam Presiden RI ke-1 dengan HTM murah 2 ribu per pengunjung. Setelah keluar lewat pintu yang lain, perjalanan melewati penjual cukup panjang dan melelahkan dan tidak boleh kembali lewat pintu masuk. Siang hari dilanjut ke Rumah Coklat yang menawarkan Kebun Coklat dengan aneka makanan dan Minuman berbahan dasar Coklat. Sebelum Masuk dengan HTM 5 ribu Pengunjung dapat melihat gambaran tentang riwayat tanaman dan minuman coklat di dinding. Di dalam disediakan menu makan Prasmanan dengan harga berkisar 15 - 25 ribu belum termasuk minum dengan hiburan musik. Minuman es Coklat seharga 7 ribu. dan ada kedai khusus menjual makanan ringan berbahan coklat. Pulang ke Surabaya lewat Jalur Malang yaitu Jalur Kanigoro yang sangat asri dan tidak begitu banyak tikungan. Beberapa titik jalan agak banjar 5 hingga 10 cm. Peseona jalan meliwati Bendungan Karangkates bagian bawah dan atas. Kebetulan waktu ini lewat bagian atas. Sampai di Surabaya lewat Malang lagi dan tidak macet hingga menuju Nginden VI-H/48 selanjutnya dengan si Kecil menuju Kalidami VI/2 pukul 22.00

Minggu, 08 Mei 2016

BALEKAMBANG

     Jumat, 6 Mei 2016 Iqbal, Putri, Renny, Abu, Kifo, Zahira, Sri Sunarwati,dan Rudy Sugeng Prayitno dengan 2 mobil meluncur ke Balekambang-Malang Selatan. Suasana Pantai yang nyaman, bersih dan asri masih menjadi daya tarik tersendiri bagi wisnu dan wisman. Zahira mandi di tepi laut dengan santai dan diikuti oleh Kifo dalam Pengawasan Iqbal dan Abu. Putri selalu saja sibuk dengan membuat dokumen pribadi untuk di upload. Sayang seklai sudah sore dan tidak mendapatkan ikan bakar yang diinginkan. Orang Hindhu saat kami datang banyak yang menyempatkan diri berdoa di Pura Balekambang dengan melewati Jembatan. Degan sebagai minuman pantai seharga 17 ribu rupiah dengan tambahan susu dan gula. Layang-layang juga menjadi hiburan tersendiri bagi anak-anak kecil. Penjual jajanan sepanjang pantai dan keliling cukup membauat pengunjung tidak perlu harus kelaparan atau kehausan. Harga masih terjangkau dengan isi kantong sesuai dengan type daerah wisata yaitu mamin agak lebih mahal sedikit.

Minggu, 27 Maret 2016

NONTON WO DI THR

Minggu, 20 Maret 2016 di THR (Gedung Pringgodani), WO Satria Budaya menampilkan Lakon Serial Bharata Yudha, Episode Seta, Utara, Wartasangka, dan Bisma Gugur. Dimeriahkan Arek-arek Putra Taman Hirr. Wayang Orang (WO) ini Gratis. Acara didahului Tari. Sesion Bharata Yudha dibuka dengan Penampilan Bocah Gendut yang Lucu. Berturut-turut barisan Prajurit. Saat Bisma naik Kuda.... Penonton yang tadinya sudah bertepuk tangan, menambah lagi aplaus dengan tepukan yang lebih bergemuruh. Perang tanding antar bocah cukup seru dan sportif sesuai pakem WO. Giliran orang dewasa yaitu Seta, Utara, Wartasangka, dan Bisma maka suasana sudah semakin beda. Nampak acara semakin serius. Sesi Gugurnya Bisma oleh Srikandi, suasana makin memilukan. Ketika Bisma ingin minta tempat tidur, maka Penggede dan prajurit Astina yang dikomando Suyudana memerintahkan untuk mengambil bantal dan guling yang empuk. Namun ditolak oleh Bisma. Dalam Kondisi Bisma yang banyak tertancap akibat dihujani panah Prajurit Srikandi yang dibantu oleh Panah Pasopati Arjuna, Bima bergegas untuk membawakan aneka ragam Senjata untuk tempat tidur Bisma.

LAMARAN DI LAMONGAN

Minggu, 27 Maret 2016 di Dusun Gurame Desa Gurame Kec. Semlaran-Sukodadi Lamongan diadakan Lamaran sekaligus pernikahan keponakan yang bernama Dedy. Keluarga Nginden, Kalidami, dan Bratang Kalisumo berkenan mengiring temanten hingga acara aqad nikah trus temu dan resepsi. Acara yang dikemas sederhana tapi penuh makna