Minggu, 10 Mei 2015

UMROH

Ortu berangkat Umroh, 1 Mei 2015 pukul 03.00 (Dini hari). Cicitnya menengok, 30 April 2015 pukul 19.30 - 21.00
CICIT ... 30 APRIL 2015 DI NGINDEN VI-H / 48

Tanggal 10 Mei 2015 : Musdi dan Rumiatun Pulang pukul 01.00 dalam keadaan sehat wal afiat. Selama sembilan  hari perjalanan Umroh ada kebahagian tersendiri yang tidak mungkin dilupakan. Musdi kini berisoa 79 tahun, sedang Rumiatun 75 tahun. Jika mendaftar Haji secara hitung Matematis tidak mungkin dapat menikmati perjalanan, walau umur manusia di tangan Tuhan. Terima kasih Allah SWT yang masih memberikan kesempatan kepada hambanya untuk melihat tanah Suci.
10 MEI 2015
Di bawah ini saya ambil cuplikan dari :
http://islamqa.info/es/114534
Dengan maksud agar kita lebih mengerti lingkungan/keadaan sekitar. 

Mana Yang Didahulukan, Menunaikan Umrah Atau Melunasi Hutang?

Saya ingin menunaikan umrah, karena saya telah niat atau bernadzar kalau gaji di tempat kerja bertambah, saya akan menunaikan umrah. Akan tatapi saya mempunyai tanggungan hutang yang harus saya lunasi. Apakah umrah (saya nanti) sah? Atau harus menunggu sampai melunasi hutang?
Alhamdulillah.
Hak manusia harus didahulukan daripada menunaikan haji dan umrah. Maka tidak diperkenankan seorang muslim menunaikan haji atau umrah, sementara ada orang yang meminta hartanya karena hutang yang dimilikinya. Hal itu merupakan pemeliharaan syariat islam yang mulia ini terhadap hak-hak manusia serta menjaga semangat saling menyayangi dan saling mengasihi di antara mereka. Maka janganlah sebagian orang memakan harta sebagian lainnya dan melampui batas terhadap  hak orang lain.  
Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah telah ditanya dengan pertanyaan berikut ini: “Saya berhutang  kepada beberapa orang, apakah saya (dibolehkan) pergi ke Mekkah untuk berpuasa disana bersama anak-anak saya. Sementara untuk menyewa tempat penginapan akan saya bagi antara saya dengan anak-anak saya?.” Maka jawaban beliau rahimahullah adalah: “Saya akan bertanya satu pertanyaan, Apakah shadaqah lebih utama dibandingkan zakat wajib? (jawabannya) zakat wajib. Apakah tatowwu’ (sunnah) lebih utama dibandingkan wajib? (Jawabnya) yang wajib (lebih utama).  
Apakah menurut logika, lebih baik memulai yang wajib dahulu sebelum yang sunnah atau sebaliknya? Yang baik adalah memulai yang wajib dahulu sebelum yang sunnah. Maka tidak dibolehkan seseorang pergi ke Mekkah untuk menunaikan umrah sunnah sementara dia mempunyai hutang. Hutang harus dia lunasi. Sementara umrah sunnah apakah wajib bagi dirinya? (Jawabnya) tidak wajib. Bahkan, kewajiban haji pun gugur jika masih ada hutang.  
Wahai saudaraku, agama bukan hanya sekedar perasaan. Kewajiban yang telah Allah wajibkan kepada para hamba berupa haji dan umrah bagi orang-orang yang mempunyai hutang akan gugur baginya. Dan  bertemu dengan Tuhannya tanpa ada dosa.  
Seseorang yang berhutang dan karenanya tidak menunaikan haji, dia  tidak menunaikan kewajiban. Kami katakan, ungkapan 'tidak menunaikan kewajiban' adalah keliru, kenapa keliru? Karena hingga saat ini dia tidak memiliki kewajiban. Kewajiban haji tidak dibebankan kepada seseorang melainkan orang tersebut telah terbebas dari hutang. Oleh karena itu kami katakan kepada saudara ini: “Ringankan diri anda, pegang harta anda dan simpan untuk melunasi hutang anda. Janganlah anda seperti orang yang membangun satu istana dengan mengancurkan satu kota. 
Kami berpandangan bahwa saudara ini harus tetap tinggal di negaranya. Namun hal bukan berarti jika ada orang membiayai semua ongkos perjalanan, dia katakan: “Jangan engkau berikan kepadaku meskipun hanya satu dirham." Dalam hal ini kita katakan: “Jika kepergiannya untuk umrah tidak mengganggu pekerjaan yang dapat menghasilkan uang, maka hendaklah dia pergi. Karena dalam kondisi seperti ini, apakah merugikan orang yang memberi piutang atau tidak? (Jawabnya) tidak.  
Maka jika ada seseorang berkata kapadanya, "Saya mengetahui bahwa kamu mempunyai hutang sepuluh ribu riyal, dan saya tahu hutang harus didahulukan daripada yang sunnah. Akan tetapi silakan anda dan keluarga pergi bersamaku menunaikan haji hingga kembali (semuanya) gratis." Apakah dibolehkan baginya untuk berangkat? Disini kami katakan: “Kalau dia pekerja, sementara kepergiannya  mengurangi penghasilan, maka janganlah pergi. Kalau sekiranya bukan pekerja, dan kepergiannya tidak mengurangi apapun, maka tidak mengapa dia pergi bersamanya. Tidak ada perbedaan apakah hutangnya harus dibayar sekarang atau hingga menunggu jatuh tempo. Hanya saja jika pembayaran hutang dapat ditunda dan dia mengetahui bahwa dirinya mampu untuk melunasi jika jatuh tempo, maka tidak mengapa dia berangkat. Seperti pegawai yang  mempunyai hutang yang harus dilunasi setelah dua bulan, dan dia mengetahui pada saat jatuh tempo dia mampu untuk melunasinya, maka ketika itu kami katakan: “Pergilah, karena tinggalnya dia di negaranya tidak memberikan pengaruh sedikitpun juga  kepada  orang yang memberi hutang." (Al-Liqa As-Syahri, no. 33, pertanyaan no. 4) 
Hal ini telah kami jelaskan di website kami pada soal jawab no. 11771, 36868, 36852.  
Maka seharusnya anda menunggu sampai semua hutangnya terlunasi. Kemudian kalau sekiranya anda telah bernazar, maka harus anda lakukan. Karena nazar dalam ketaatan harus ditunaikan. Sementara kalau sekedar keinginan kuat untuk menunaikan umrah sebagai rasa syukur kepada Allah Ta’ala tanpa mengucapkan dengan nazar, maka disunnahkan bagi anda memenuhi nazar dengan menunaikan umrah. Dan umrah merupakan salah satu ibadah yang agung bagi umat Islam dalam mendekatkan diri kepada Tuhannya Subhanahu wa Ta’ala.  

Wallahu’alam


Rabu, 29 April 2015

BERMAIN DENGAN KUCING dan TOPENG

Si Kecil, usianya 3 th 6 bulan. Hobynya menyayangi Kucing. Bahaya sebenarnya, mengingat bulu hewan ini kurang sehat. Apalagi makanan hewan Karnivora yaitu daging, kadang mengkonsumsi bangkai. Kucing yang satu ini setiap pagi dan sore selalu diberi makanan oleh nenek si kecil. Kadang saya diberi sisa tikus di depan rumah. Apapun alasan, menyayangi ciptaan Tuhan adalah kewajiban yang perlu ditanamkan kepada anak sedini mungkin.

Seusai bermain dengan Kucing, si Kecil mengekspresikan diri bermain topeng. Tidak perlu takut dengan topeng yang rata-rata menakutkan. Mudah-mudahan dengan mengenal tradisi anak semakin banyak pengalaman dalam hidupnya.

Minggu, 19 April 2015

TEMU KELUARGA SURADI CS

Minggu, 19 April 2015 di Jalan Ambengan Batu III/11-15 diadakan temu Keluarga Suradi Alm. dan Nurkayatim. Hal ini juga untuk Syukuran dibangunnya kembali sejak Nopember 2014 dan berakhir April 2015 ( 5 Bulan ). Pelaksanaan ulang bangun rumah dilakukan oleh Keluarga Katy ( istri Suhartoyo/Anak ke-4 Keluarga Suradi/Nurkayatim) yaitu Keluarga dari Kabuh (Jombang) dengan Tim sebanyak 5-7 orang.















Sabtu, 18 April 2015

SELAMAT JALAN SAHABATKU

Jumat, 17 April 2015 mendapat khabar bahwa Bapak Mawardi, S.Pd., Guru Kelas VI SDN Gading IV telah menghadap Allah SWT. Berita ini diperoleh dari temannya Edy Susilo, S.Pd.. Sabtu, 18 April 2015 saya melayat ke rumah duka Ploso IV. Selamat jalan sahabat yang telah aktif di forum KKG Kecamatan Tambaksari sejak dibentuk kembali tahun 2005. Keaktifan Beliau dalam KKG dan sebagai guru, dan anggota Koperasi, serta kegiatan lain tidak usah diragukan lagi.
Biodata :
Nama : Mawardi, S.Pd.
TTL. : Surabaya, 23 Nopember 1968
Menjadi guru sejak : 1987
Sebelumnya : Guru SDN Ploso I
Alamat sebelumnya : Bronggalan Sawah V-B/15-H

AKTIF SEBAGAI ANGGOTA KPRI DWIJA MULIA - TAMBAKSARI ( Dok. 1 Maret 2007)

SAAT AKTIF KKG (Baju Korpri) berfoto dengan Ketua KKG Kec. Tambaksari tahun 2007 (Dok. 16 11 2007)

BERPAKAIAN Abu-abu, selalu membawa Laptop untuk Kegiatan KKG dan Mengajar  (Dok 30 12 2009
KELUARGA DAN SISWA SDN GADING IV KELAS VI

TETANGGA, KERABAT, DAN MURID GADING IV

PLOSO IV

Senin, 06 April 2015

REFRESHING KE PETIK MADU

Minggu, 5 April 2015 mulai pukul 07.00 - 20.30 Refreshing setelah bekerja 3 bulan dengan guru dan staff SDN Kedung Cowek II Surabaya ke OutBond dan Petik Madu Singashari. Lokasi tersebut dipisahkan oleh SPBU. Out Bond di tempat ini harusnya mengajukan ijin tertulis, tetapi saya telah mengajukan ijin lisan tanggal 29 Maret 2015. Kedatangan kami disambut dengan kekeluargaan. Ada yang berenang, meniti jembatan goyang, flying fox, mengayuh sepeda air. Yang paling mendebarkan adalah Atraksi mengangkat sarang lebah, kemudian berfoto dengan lebah. Ini membutuhkan nyali dengan taraf ketelitian dan rendah diri. Grusa grusu dapat membuat fatal bagi pemgang sarang lebah. Membuat cetak tangan, juga merupakan kegiatan yang membutuhkan keberanian karena tempat cetaknya panas. Merasakan minum madu dengan merusak sarang madu, menjadi hal yang baru bagi peserta. E.. ternyata ada foto 3 dimensi.





Minggu, 29 Maret 2015

KELUARGA PETIK MADU

Minggu, 29 Maret 2015. Anak-Cucu-Menantu-Istri menginap di PW dekat Bandara Abdurrachman Saleh sejak Sabtu Malam, 28 Maret 2015. Siangnya menuju ke tempat Out Bond yang ada sarang tawonnya. Terus beli madu Lanceng Rp 115.000,00 dan Madu Kesehatan Rp 180.000,00. Acara dilanjut ke Patik Madu. Di tempat ini Keluarga disuguhi acara membawa sarang lebah dan meletakkan lidah dekat sarang tawon. Membeli bothok Tawon Rp 5.000,00. Es Puter mulai harga Rp 5.000,00 - 12.000,00 dengan aneka rasa. Main Biliard. Minum Es LEmon Madu per gelas Rp 5.000,00. Acara malam itu diakhiri dengan mampir ke Kupang Lontong SDA.



Senin, 23 Maret 2015

BARENG KS BUBUTAN

Malam sabtu, 20 Maret 2015. Satu jam perjalanan dari BG JUNCION menuju Yogja, mulai pukul 20.45 setelah doa oleh Pak Abu baru sampai Krian. Malam ini jalanan macet padat merayap. Hingga pukul 22.32 jam di Bus antrian panjang. 31 penumpang sebagian tidur. Satu orang trus bicara keras dan menghibur bagi yang ingin mendengarnya. Untung musik lebih keras, sehingga yang lain dalam kondisi santai. Saya bersebelahan dengan ustad yang selalu mengumandangkan sholawat bila bus akan melaju dari pemberhentian karena peserta harus ke toilet pom bensin. Ajakan sholat berjamaah selalu dikumandangkan dengan jamak awal atau akhir. Duduk yang sempit di sebelah saya, tidak membuat Beliau mengeluh. Bahkan mampu dalam waktu 6 jam duduk kaki ditekuk. Peserta yang lain sudah mulai mencari gerak, tapi Beliau tenang menikmati keadaan. Tidak lelah, tidak ada tanda mendengkur, selalu taat ketika harus sholat. Sabar walau hidangan telat disajikan oleh pihak travel. Rata-rata yang lain hampir sama. Selalu sabar dalam mengikuti tour yang memang harus penuh sabar. Mengapa ? Jalanan macet, hidangan sering menunggu, tujuan tidak tepat waktu, banyak hambatan di luar rencana. Acara ditutup dengan video peristiwa Bencana Erupsi Merapi 2010. Suasana segar telah menghilangkan kepenatan di lereng Merapi. Acara memburu oleh-oleh berupa salak dan Bakpia juga menjadi daya tarik tersendiri. Pedagang Salak hapal benar siapa saja yang membeli di tempatnya, dan rombongan mana yang mengunjungi lapaknya. Pedagang ini urunan dalam satu keranjang yang isinya antara 2 s.d 5 kg salak untuk diberikan pada pemimpin travel atau kru bus. Di Bakpia No.25, sempat kehabisan, dan akhirnya meununggu lagi. Dalam perjalanan dua hari dua malam ada 3 kejadian penting yaitu : bertemu bus yang menabrak mati pengendara Sepeda Motor, Peserta tertabrak orang yang sedang nglamun dan awalnya tidak mau bertanggung jawab-akhurnya mau mengakui kesalahan, makan di lesehaan pantai Baron dengan urutan teh-tungguuuu- piring-tunggu-ikan-tunggu-nasi-tunggu-sambal-tunggu-lalapan dan akhirnya setengah kenyang. Yang lain ada yang cari bakso dll. Pokonya perjalanan ini asyiik, harus sabaaar, dan serahkan hikmah pada Tuhan YME. Terima kasih teman-teman KS Bubutan. Semoga ini menjadi pencerahan kita semua. Akhirnya sampai di Surabaya, Senin,22 Maret 2015 pukul 04.00.
DOA SEBELUM BERANGKAT PUKUL 20.30 DI DALAM BUS DI SAMPING BG JUNCTION


SHOLAT SUBUH ....




MAKAN PAGI PERTAMA DI ...





TIBA DI LESEHAN PANTAI BARON